terkini1 jam lalu · 1 MNT BACA

PLN Sumbar perkuat produktivitas pertanian melon melalui elektrifikasi

Oleh ANTARA
Kamis, 24 September 2026 · 17.02 WIB
Pembukaan program TJSL pada kelompok usaha bersama MEGO.ID di Kecamatan Pauh, Kota Padang pada 24 September 2026. ANTARA/Najmi Aulia
Pembukaan program TJSL pada kelompok usaha bersama MEGO.ID di Kecamatan Pauh, Kota Padang pada 24 September 2026. ANTARA/Najmi AuliaFoto: ANTARA

Ringkasan AI

PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat produktivitas pertanian melon kelompok usaha…

Padang (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat produktivitas pertanian melon kelompok usaha bersama MEGO.ID di Kecamatan Pauh, Kota Padang melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang bergantung pada tenaga listrik (elektrifikasi) pertanian.

"Melalui program ini, kami kami ingin membantu kelompok usaha meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya sehingga kegiatan pertanian dapat berjalan lebih produktif. Pemanfaatan listrik juga diharapkan membuat pengelolaan lahan menjadi lebih praktis dan mendukung keberlangsungan usaha mereka," kata Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumbar Bambang Santoso di Padang, Kamis.

Ia mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya PLN tidak hanya menyediakan energi listrik, tetapi juga mendorong kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

"PLN tidak hanya menghadirkan energi listrik ke rumah pelanggan, tetapi juga berupaya mendorong kegiatan ekonomi kreatif dan produktif, termasuk yang dilakukan anak-anak muda melalui pertanian," ujarnya.

Ia menyebut program tersebut memanfaatkan listrik PLN dengan daya 1.300 volt ampere untuk menunjang kegiatan pertanian melon sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Ia menjelaskan elektrifikasi membuat pemanfaatan listrik tidak lagi sekadar untuk penerangan, tetapi menjadi bagian dari sistem budidaya melon. Teknologi tersebut membantu petani mengatur penyiraman dan pemberian nutrisi secara presisi serta menjaga suhu kebun, sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal dan menghasilkan melon dengan ukuran serta tingkat kemanisan yang relatif seragam.

Ia menyatakan program TJSL tersebut melibatkan generasi muda melalui pemberdayaan petani melon yang tergabung dalam kelompok usaha bersama MEGO.ID.

Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam pengembangan pertanian menjadi salah satu hal penting dalam program tersebut karena sektor pertanian masih memiliki peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi.

Ia menyatakan keberhasilan pengembangan usaha tersebut menunjukkan terbukanya peluang bagi generasi muda untuk menekuni sektor pertanian sebagai salah satu pilihan kegiatan ekonomi.

Ia mengatakan program serupa juga dikembangkan PLN di sejumlah daerah di Sumbar dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

"Salah satunya yang sudah dikembangkan yaitu elektrifikasi untuk pengairan sekitar 400 hektare sawah di Tanjung Barulak Kabupaten Tanah Datar yang sebelumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun," kata dia.

Ia menambahkan PLN berharap program elektrifikasi pertanian yang melibatkan kelompok MEGO.ID dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk melihat pertanian sebagai salah satu peluang usaha.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca di ANTARA News
0%